Komarudin Tasdik*

Saturday, April 13, 2013

Kumpulan e-Book Materi Kuliah Sistem Informasi Komputer



Kumpulan e-Book Materi Kuliah Sistem Informasi Komputer


Setelah membuat keputusan untuk fokus pada dua blog (versi bahasa Inggris dan Indonesia), alhamdulillah sedikit demi sedikit saya sudah bisa konsisten melakukan update-nya seperti yang sudah dilakukan pada blog-blog sebelumnya.

Perbedaannya, dulu saya menulis topik-topik tertentu pada blog yang berbeda, sekarang disatukan dalam satu blog. Topik yang dibahas mencakup Sistem Informasi, Komputer, Internet, Blog, Tutorial PHP, Java, Delphi dan Pascal. Meskipun masih sedikit, tapi insyaAllah akan sering update.

Di samping materi tentang komputer, pada blog yang sama, saya juga menulis tentang materi pendukung kuliah jurusan pendidikan, seperti Strategi Belajar Mengajar, Perencanaan Pembelajaran, Pengantar Pendidikan, Evaluasi Pendidikan, dan lain-lain.

Bagi sahabat-sahabat yang ada waktu, silahkan berkunjung ke blogku berikut ini:

100keyboard.blogspot.com (versi bahasa Inggris)
100papanketik.blogspot.com (versi bahasa Indonesia)

Karena kedua versi blog di atas merupakan hasil terjamahanku secara manual, maka tidak semua artikel dari 100keyboard.blogspot.com diterjemahkan ke 100papanketik.blogspot.com, melainkan hanya artikel-artikel tertentu yang cenderung lebih ilmiah.

Untuk topik-topik non-ilmiah, seperti review berita, pengalaman, dan lain-lain, biasanya saya tidak menterjemahkannya, walaupun kadang-kadang ada artikel yang bertopik hampir sama.

Ditunggu kunjungannya ya….!

Saturday, April 6, 2013

Kolotibablo dan Captcha2Cash Bisa Menjadi Kombinasi Uang Internet Yang Serasi



Kolotibablo dan Captcha2Cash Bisa Menjadi Kombinasi Uang Internet Yang Serasi


Artikel ini ditujukan bagi yang belum punya koneksi Internet kuat. Kalau koneksi Internet kuat dan kemampuan mengetik sudah terampil, Megatypers seringkali menjadi pilihan kerja online entri captcha, karena pendapatannya relatif lebih besar.

Namun bagi yang koneksi internet-nya lemah, maka Kolotibablo dan Captcha2Cash bisa jadi alternatif.

Salah satu keunggulan Captcha2Cash adalah kita bisa payout minimal $0.1, sehingga sangat aman dari penipuan. Namun sayang Captcha2Cash sekarang sering error. Kata orang-orang Captcha2Cash sedang down. Bayaran dari Captcha2Cash melalui Liberty Reserver. Kita bisa mencairkan ke bank setelah minimal $10.

Karena Captcha2Cash sering error, maka Kolotibablo bisa jadi alternatif juga. Kolotibablo memberikan minimal payout $1. Bayarannya menggunakan Webmoney dengan saldo minimal biasanya sebesar $5.

Kalau yang saya coba kedua pembayar dollar tersebut cukup lancar di pagi hari. Kalau siang atau sore hari seringkali lambat. Tapi lumayan itung-itung senam pagi saja bagi yang ingin merasakan uang dari Internet.

Saturday, March 30, 2013

Persediaan 30 Artikel untuk 2 Blog Utamaku



Persediaan 30 Artikel untuk 2 Blog Utamaku


Alhamdulillah. Akhirnya saya punya cadangan artikel juga. Walaupun kadang-kadang kurang puas karena ada artikel yang agak berbau berita. Kita tahu kan, kalau artikel berita tidak layak kalau terbit 30 hari kemudian, bukan? Inilah yang terus sedikit-sedikit diwaspadai ketika saya melakukan posting/publikasi secara terjadwal pada fasilitas blogspot. Boleh jadi, artikelku kadaluarsa, bukan?

Untuk sementara, saya pastikan dulu 30 artikel sudah terjadwal, sehingga seandainya saya tidak bisa blogging selama 30 hari atau satu bulan, blog tetap update terus. Walaupun tidak ramah pengunjung, tapi cukup ramah search engine, kali….!

Karena blog utamaku ada dua buah, versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, maka total artikel cadanganku adalah 30 artikel x 2 blog = 60 blog.

Dengan langkah update tiap hari (entah benar atau kebetulan), alhamdulillah juga blog bahasa Inggrisku sudah dapet PR 1. Ya meskipun ada blog punya orang lain dengan usia blognya 1 bulan sudah dapet PR 1, saya masih cukup bahagia karena saya tidak melakukan optimalisasi blog berdasarkan konsep SEO. Maklum saya belum begitu ngerti tentang SEO.

Tambahan lagi, yang blog satu bulan di atas pakai domain berbayar, sedangkan blogku tercinta biasa pakai Blogspot. Gratis….gratis…gratis…!

Tapi, sejujurnya saya juga lagi nimbang-nimbang domain berbayar. Tampaknya asik tuh, tapi saya belum tahu betul apa keunggulannya. Yang baru tahu blogspot tidak bayar, tapi masih tetap berpeluang menghasilkan uang. Untuk saya sebagai blogger pemula, tampaknya blogspot masih jadi pilihan terbaik!

Walaupun demikian, saya ingin mencari tahu apa keunggulan upgrade dari Wordpress dan dari Blogspot. Kalau enggak salah, kedua-duanya menyediakan domain *.Com, ya….?

Yang jadi pertanyaan:
Di wordpress berbayar, apakah bisa pasang Adsense atau Java Script seperti di Blogspot?

Do blogspot berbayar, apakah basic bahasa pemrogramannya PHP atau bukan? Kalau bukan PHP, saya khawatir harus belajar lagi bahasa lain, padahal PHP juga masih pusing.

Ah jadi ngelantur…..Cukup dulu sampai di sini sobat….!

Yang penting pakai dulu yang ada, blogspot….! Gratis….!

Saturday, March 23, 2013

Dosen Harus Punya Blog



Dosen Harus Punya Blog


Indonesia sedang meradang karena jumlah publikasi ilmiah berada di bawah Malaysia, padahal jumlah penduduk Indonesia jauh lebih banyak. Berpijak dari situlah tampaknya pemerintah mewajibkan mahasiswa untuk mempublikasikan jurnal ilmiah untuk menyelesaikan masa studinya.

Sejujurnya, saya masih tidak percaya atas keberhasilan publikasi tersebut, karena masih terdengar rumor adanya jasa pembuatan tugas akhir. Bahkan kalau nambah kejujuran, kita boleh bertanya: sudah sejauh mana dosen sendiri berperan aktif dalam pembuatan jurnal ilmiah masing-masing.

Kenapa harus bertolak dari dosen? Karena dalam pembuatan jurnal ilmiah, peran dosen sangat penting atas keberhasilan mahasiswanya. Komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa merupakan kunci keberhasilan penyelesaian tugas akhir yang seringkali saya tulis di blog.

Tanpa komunikasi yang baik, penyelesaian tugas akhir atau jurnal ilmiah hanya sebuah penipuan intelektualitas. Dalam jurnal tertera identitas penulis ‘A’, padahal yang membuat jurnal tersebut adalah penulis ‘B’, atau paling tidak, jurnal tersebut dikerjakan bersama orang lain yang tidak dituliskan namanya di jurnal tersebut. Bukankah ini pembohongan?

Sebenarnya kejujuran dalam pembuatan tugas akhir atau jurnal ilmiah ataupun karya tulis lain yang diwajibkan kepada mahasiswa dapat dilihat pada kebiasaannya sehari-hari. Maka blog bisa menjadi salah satu bukti tertulis tentang kualitas skill tulis-menulis mahasiswa dan dosen dapat dilihat.

Untuk sementara, jangankah mahasiswa, dosen pun masih rendah minatnya terhadap dunia tulis-menulis. Hal ini saya alami ketika kesulitan mencari blog dosen berdasarkan kata kunci namanya masing-masing. Mungkinkah punya nama pena yang berbeda? Kenapa tidak dikenalkan kepada mahasiswa agar menjadi motivasi?

Tenang, asumsi rendahnya minat dosen dalam tulis-menulis bukan hanya dugaan saya tanpa alasan. Kemarin dalam sebuah surat kabar harian yang terbit di Jawa Barat, sebanyak 3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di Jawa Barat juga dicurigai bermasalah dalam dunia tulis-menulis. Beberapa dosen dicurigai melakukan plagiarisme atas jurnal ilmiahnya, juga mengaku telah menerbitkan jurnal ilmiahnya di penerbit jurnal yang terakreditas DIKTI, namun sebenarnya belum terakreditasi.

Dengan melihat tingkah dosen di atas, cukup beralasan kalau kita harus menaruh curiga atas originalitas karya tulis mahasiswa.

Kalau saya tambahkan, jurnal ilmiah itu terlalu terburu-buru, karena jangankan jurnal ilmiah yang nuansanya sangat intelek terkait penelitian ilmiah. Saya sering mendengar mahasiswa mengeluh kesulitan mengerjakan tugas hariannya. Kesulitan tugas harian saja, dosen seringkali tidak memperdulikannya, apalagi untuk sebuah jurnal ilmiah yang sifatnya lebih kompleks.

Bahkan, seorang dosen pernah memberikan peluang nilai bonus untuk mahasiswa yang membuat dan mengupdate blog. Dikategorikan bonus, karena blog tidak terkait langsung dengan mata kuliah yang diajarkannya. Dalam suatu kelas, hanya ada satu mahasiswa yang mencobanya, padahal topik artikel tidak dibatasi. Ini terlihat jelas bahwa motivasi mahasiswa untuk menulis masih rendah.

Bahkan suatu saat, seorang mahasiswa S2 ngobrol dengan teman-teman sekelasnya. Ternyata mahasiswa S2 juga masih asing dengan blog. Mungkin karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Namun, kalau keterampilan tulis menulis merupakan ciri bangsa berperadaban tinggi, sesibuk apapun mahasiswa, tidak bisa menarik diri untuk tidak blogging. Ya,  minimal update sebulan sekali, itu masih mungkin dilakukan. Apalagi mahasiswa S2 cukup banyak yang berprofesi sebagai dosen.

Jadi, pilihan kita:
Apakah mau jumlah publikasi ilmiah banyak, walaupun tidak original?
Atau
Kita menghargai karya tulis ‘sampah’ (baca: low content) yang dijamin originalitasnya?

Kalau saya memilih tulisan ‘low content’ yang terjamin originalitasnya. Kemudian kita bimbing menuju tulisan yang lebih berkualitas. Ini perlu proses, tidak bisa langsung dicapai satu atau dua bulan.

Coba hargai dulu kejujuran dan minatnya, kemudian baru dipikirkan kualitasnya.

Saturday, March 16, 2013

Berapa Gaji Pertama Penulis Tamu Online?


Berapa Gaji Pertama Penulis Tamu Online?


Sedikit pengalaman tentang penulis tamu. Bagi sebagian penulis profesi penulis tamu itu hanya untuk promosi blog, tapi sebagian lagi punya harapan akan mendapatkan bayaran dalam jumlah tertentu.

Di sini, saya bercerita tentang penulis tamu yang di bayar. Biasanya yang banyak ditemukan adalah penulis tamu dalam bahasa Inggris.

Sebagai gambaran bagi yang baru mau memulai, gaji pertama penulis tamu dari sekitar 200 artikel dengan kualitas seperti layaknya sebuah artikel blog dibayar hanya sekitar Rp10.000 (atau $1). Jumlah ini sangat mengecewakan, bukan?

Tentunya, ada juga bayaran yang lebih dari itu (kata teman-teman blogger yang lain), tapi syaratnya juga lebih sulit lagi. Saya juga pernah gagal daftar di beberapa website untuk menjadi penulis tamu, padahal orang lain ada yang lolos dengan menggunakan artikel editan dari Google Translate saja. Inilah yang namanya rizki.

Jadi, untuk bulan-bulan pertama, gaji penulis tamu itu bukanlah jumlah yang pantas. Maka kita harus lebih berlapang dada dan berorientasi pada berbagi ilmu.

Maaf, saya belum bisa memberikan gambaran penulis tamu yang sudah ribuan artikelnya atau sudah lama masa gabungnya, mungkin lebih besar ya…? Karena beberapa penulis tamu ada yang mengklaim pendapatan per harinya di atas $1.

Lalu apa harapan dari profesi penulis tamu:
1.      Passive income. Kalau sudah berbulan-bulan gabung, diharapkan penghasilan lebih besar karena pembaca artikelnya semakin banyak
2.      Kehandalan kita sebagai penulis lebih terasah dan dikenal orang lain. Boleh jadi ada tawan khusus dari penerbit untuk menjadi penulis utama.

Itulah sedikit tentang nasib penulis tamu. Meskipun ini kecil, saya lihat penghasilan blog baru juga (yang tanpa promosi) sama saja incomenya kecil. Sebagai contoh saja, blog-blog yang bergabung dengan Adsense, mereka harus rela nunggu bayaran sampai minimal $100. Sementara itu, di tengah jalan (sebelum mencapai $100) mungkin saja terkena sanksi dari Adsense yang mengakibatkan pendapatan yang sudah terkumpul hilang dan tidak dibayarkan.

Hidup ini memang perjuangan.
Semangat!